Taken from harnas.co

Published on 06 March 2020

CEO dan Chairman High Desert International (HDI) Brandon Chia mengimbau masyarakat untuk menghadapi virus Covid-19 dengan akal sehat. Hal itu terkait sempat terjadinya kepanikan di masyarakat usai Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan kasus pertama virus tersebut di Indonesia.Masyarakat, banyak yang membeli kebutuhan sehari-hari secara berlebih.

“Kita harus menggunakan akal sehat untuk ini,” kata Brandon melalui tayangan video yang disiarkan dari Singapura, Jumat (6/3). Menurutnya, jika masyarakat menggunakan akal sehat, maka pemerintah bisa bekerja dengan baik dan sesuai porsinya.

Brandon mengatakan, sesungguhnya kepanikan akan virus Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia. Kepanikan juga terjadi di beberapa negara, termasuk di Singapura.

Pada Jumat (7/2), Pemerintah Singapura telah menetapkan status disease outbreak response system condition (DORSCON) oranye terkait dengan  virus Covid-19. Kenaikan status tersebut yang mengindikasikan penyebaran wabah sudah sangat serius dan berdampak luas kepada kesehatan publik, diakui Brandon Chia, sempat membuat panik masyarakat negara itu.

“Supermarket penuh. Orang Singapura memperebutkan seperti beras, tisue, dan lain sebagainya yang sebelumnya tidak pernah terjadi di Singapura,” kata dia. Padahal, lanjutnya, masyarakat Singapura juga tahu bahwa mereka tidak akan kelaparan meskipun virus itu telah mewabah.

Dan yang membuat Brandon terheran yaitu banyak orang yang memperebutkan tisue toilet. “Ini tidak hanya terjadi di Singapura, banyak orang di negara lain juga menyetok tisue toilet.”

“Apakah orang akan mati jika tidak menyimpan tisue toilet atau apakah orang akan kelaparan jika tidak menggunakan tisue toilet,” tambah Brandon.

Menyikapi situasi ini, HDI pun memberikan donasi 200 box Propoelix melalui Kementerian Kesehatan untuk diberikan kepada Warga Negara Indonesia yang tengah dikarantina di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, baru-baru ini. Donasi tersebut, sebagai gerakan untuk mendukung tidak terjadinya penyebaran virus Covid-19. “Kami berharap gerakan kami bisa membuat orang Indonesia lebih aman. Covid-19 tidak akan membunuh kita, tapi justru akan membuat kita lebih kuat.”

Brandon menuturkan, suplemen Propoelix sudah teruji klinis mampu mengembalikan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh. Suplemen ini telah masuk dalam daftar MIMS (The Monthly Index of Medical Specialties), pusat informasi obat dan suplemen untuk dokter di Asia, Australia, Selandia Baru yang sudah lebih dari 50 tahun. “Kami berharap suplemen ini bisa membantu mengembalikan sistem kekebalan dan daya tahan tubuh sehingga orang yang diduga terkena Covid-19 bisa melawan virus tersebut dan terhindar dari kematian.”

Propoelix, kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Soroy Lardo, sebelumnya pernah diuji coba untuk penyakit demam berdarah. “Ternyata manfaatnya banyak, waktu perawatannya pun lebih cepat. Masa penyembuhan lebih baik,” ujarnya.

Kepala Jaringan Medis HDI Ivan Hoesada mengatakan, Propoelix merupakan suplemen makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Virus Covid-19, kata dia, kerap meyerang masyarakat yang memiliki penurunan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat bisa mengonsumsi produk tersebut meskipun dalam keadaan sehat.

Menurut Senior Team Leader-Product Development HDI Alva Paloma, produk-produk HDI memang tak mudah ditemui di apotek-apotek biasa, namun, sudah ada 140 cabang HDI yang memang menjual produk ini di seluruh Indonesia. “Perusahaan ini telah ada di Indonesia sejak tahun 1993, karena itu produk-produknya pun sesungguhnya mudah ditemui,” ujar dia kepada HARIAN NASIONAL.

Article source: harnas.co