Taken from neraca.co.id

Published on 07 March 2020

Positifnya Indonesia terjangkit virus corona memberikan kepanikan bagi masyarakat. Apalagi, edukasi soal tindakan prepentif dan pencegahan penanganannya belum banyak diketahui masyarakat. Berangkat dari kepedulian tersebut, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) siap menjadi mitra pemerintah dalam menangani berbagai isu kesehatan. Salah satunya, High Desert International (HDI), perusahaan social network marketing penyedia produk-produk kesehatan yang efektif bagi kehidupan modern yang dinamis langsung mengambil langkah nyata dengan mendonasikan 200 box Propoelix® (suplemen kesehatan berbasis propolis), salah satu produk unggulan HDI untuk pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kemenkes RI akan memanfaatkan Propoelix® untuk diberikan kepada WNI yang tengah dikarantina di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

CEO dan Chairman HDI, Brandon Chia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyatakan, donasi merupakan bentuk kepedulian HDI terhadap situasi yang terjadi saat ini, “HDI berdiri pada nilai-nilai sosial yang tinggi, sehingga kami sangat terdorong untuk berkontribusi melindungi Indonesia dari COVID-19. Suplemen Propoelix® yang kami berikan sudah teruji klinis mampu mengembalikan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh serta Propoelix® telah masuk dalam daftar MIMS (The Monthly Index of Medical Specialties), pusat informasi obat dan suplemen untuk dokter di Asia, Australia, Selandia Baru yang sudah lebih dari 50 tahun,”ujarnya.

Dirinya berharap suplemen ini bisa membantu mengembalikan sistem kekebalan dan daya tahan tubuh ODP dan PDP, sehingga mereka mampu melawan virus tersebut dan terhindar dari kematian. Selanjutnya, Brandon Chia juga mengutarakan harapannya agar seluruh ODP dan PDP dapat sembuh dari penyakit akibat COVID-19 ini, serta vaksin terhadap virus ini bisa segera ditemukan, sehingga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia dan seluruh dunia dapat kembali normal.

Terkait kolaborasi dengan pemerintah RI melalui Kemenkes, kata Brandon Chia, perseroan selalu siap untuk mendukung berbagai upaya pemerintah untuk memelihara kesehatan masyarakat Indonesia dengan produk-produknya. “HDI berkomitmen memberikan Propoelix® gratis kepada semua penderita corona di Indonesia.”tegasnya.

Sementara Kementerian Kesehatan menyambut baik donasi dari HDI. Staf Khusus Menteri Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K S Ginting SpP FCCP menjelaskan, pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menangkal virus yang telah menjadi pandemi global ini. “Kami di Kementerian terus melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kami berharap semua elemen masyarakat dapat memahami bahwa ini adalah pekerjaan kita bersama. Kami senang ada perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap situasi genting yang kita hadapi sekarang. Semoga niat baik ini mampu memberikan secercah sinar harapan bagi kita untuk memberantas COVID-19 dan dampaknya,”ujar Alexander K S Ginting.

Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Asal tahu saja, Propoelix® yag didonasikan HDI merupakan suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena berfungsi sebagai imunomodulator, menurunkan tekanan darah, antimikroba, dan memiliki antioksidan yang tinggi. Propoelix sendiri merupakan hasil ekstraksi dari propolis, bahan alami yang berasal dari lebah madu. Uji klinis terhadap Propoelix® pada DBD telah dilakukan oleh tim dokter RSPAD yang menunjukkan hasil adanya peningkatan mekanisme pertahanan tubuh secara signifikan pada pasien yang mengonsumsi Propoelix®.

Selain itu, dalam penelitian lainnya terhadap Propoelix® yang dilakukan oleh tim peneliti dari FKUA dan RSUD Dr. Soetomo, menunjukkan manfaat klinis dan imunologis Propoelix® pada pasien HIV dengan CD4 dibawah 400. Hingga kini penyebaran virus COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 79.000 orang dan menewaskan lebih dari 2.900 orang di seluruh dunia sejak virus tersebut menyebar dari kota Wuhan, Cina sejak bulan Desember 2019.

Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran virus ini agar tidak masuk ke Indonesia, salah satunya dengan menjaga ketat 135 pintu masuk ke negara kita, baik di darat, laut, dan udara. Serta berbagai kegiatan edukasi masyarakat mengenai wabah ini. Sayang sekali, per 2 Maret 2020, Pemerintah RI telah mengumumkan 2 orang ODP ternyata berstatus positif mengidap virus COVID-19.

Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) menegaskan kembali agar masyarakat tidak panik dan mulai menjalankan upaya-upaya yang sekarang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus COVID-19 ini. “Dimulai dengan menjaga kebersihan personal dan memperkuat daya tahan tubuh, karena daya tahan tubuh adalah senjata utama mencegah penularan COVID-19. Tubuh memiliki sistem pertahanan mandiri, sebagai mekanisme alami untuk melawan masuknya benda asing dari luar, seperti virus, bakteri, jamur. Bila daya tahan tubuh lemah, maka virus, bakteri dan jamur akan mudah masuk,” papar Menkes.

Article source: neraca.co.id