Taken from viva.co.id

Published on 07 March 2020

Kasus virus corona di dunia kembali bertambah. Hingga Jumat sore ini, 6 Maret 2020, jumlah virus corona yang terkonfirmasi di seluruh dunia telah mencapai 91.113 kasus. Dari jumlah kasus yang dilaporkan, tercatat 3.118 kematian dan 48.134 pasien sembuh.

Meski angka kesembuhan cukup tinggi, namun belum lama ini dikabarkan ada dua pasien, warga negara China dan Jepang, yang dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit, ternyata diketahui kembali positif corona. Bahkan menurut laporan dari World of Buzz, seorang pria 36 tahun yang diduga telah sembuh dari COVID-19 ini dikabarkan meninggal lima hari setelah ia keluar dari rumah sakit.

Lalu apakah orang yang telah sembuh dari virus corona dapat kembali terjangkit virus tersebut? Kepala Divisi Penyakit Infeksi dan Obat Tropik, Department of Internal Medicine RSPAD Gatot Soebroto, Dr.dr. Soroy Lardo, SpPD, FINASIM angkat bicara.

“Mungkin yang kita teliti mekanisme patogenitas itu yang kemampuan di dalam tubuh berbeda dengan virus lain. Jadi perubahan masa inkubasi adalah berdasarkan hasil-hasil tadi. Prinsipnya adalah kalau ada kecurigaan itu ditentukan,” katanya di HDI Menteng Jakarta Pusat, Jumat, 6 Maret 2020.

Dia melanjutkan, “Selama dua masa inkubasi memang harus diperiksa, kalau positif ya harus dievaluasi sampai hasil swapnya negatif. Ada mekanisme yang harus dievaluasi.”

Soroy menjelaskan, jika seseorang mendapatkan hasil positif lagi setelah dinyatakan sembuh, berati ada mekanisme yang salah, yang mana kemungkinan terjadinya mutasi virus bisa terjadi dalam kasus ini.

“Bisa mutasi, terjadi ini hubungannya ke biomokuler harus diperiksa di lab lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, dilansir dari laman Livescience, dalam sebuah penelitian di China baru-baru ini mengungkapkan bahwa virus corona baru dapat bertahan di dalam tubuh selama setidaknya dua pekan setelah subjek sembuh. Akan tetapi, kapabilitas virus corona untuk membuat inangnya kembali sakit atau berpindah dan menginfeksi ke subjek lain sudah melemah.

Virus yang melemah dan masih berkeliaran dalam sistem manusia juga cenderung memicu kekebalan tubuh menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Satu kemungkinan seseorang kembali terjangkit virus corona adalah dia menangkap virus versi baru dari orang lain;  kemungkinan lain adalah bahwa sistemnya sendiri tidak melawan virus sepenuhnya dan ketika mulai mereplikasi di dalam paru-parunya lagi, ia mengalami kebangkitan gejala.

Article source: viva.co.id