Taken from dream.co.id

Published on 10 March 2020

Tidak hanya masker dan bahan herbal, multivitamin juga diburu oleh banyak orang untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta mencegah terjangkitnya virus Covid-19.

Terutama suplemen vitamin yang mengandung antioksidan dan bersifat anti inflamasi, sehingga tubuh menjadi lebih fit.

Saat makan tak teratur, memang dibutuhkan asupan vitamin tambahan. Terutama jika tubuh sedang dalam masa pemulihan.

” Proses aktivasi virus dan kerusakan sel akibat virus dapat dihambat dengan multivitamin. Bahkan, proses perawatan pasien juga lebih pendek ketika mengonsumsi multivitamin, kata Soroy Lardo, dokter spesialis penyakit dalam, dalam acara Kolaborasi HDI dan Kemenkes Lawan Covid-19 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 6 Maret 2020.

Efek konsumsi multivitamin pada pasien yang terpapar Covid-19 memang masih belum dibuktikan secara klinis. Secara virus patogen, Covid-19 sama dengan penyakit demam berdarah.

” Karakteristiknya sama dengan corona, penyakit yang bersifat tropisme dan akut,” kata Soroy.

Salah satu vitamin yang direkomendasikan adalah multivitamin Propoelix. Vitamin ini pada pasien DBD dan HIV/AIDS dan peningkatan trombosit serta membantu pengobatan yang lebih cepat. Meski begitu, multivitamin bukan obat tapi suplemen pendamping yang diketahui bisa meningkatkan daya tahan dan mempercepat pemulihan.

” Bukan pengobatan utama, belum dikategorikan sebagai obat dan tergolong terapi tradisional yang dapat dikonsumsi untuk pencegahan,” ujar Ivan Hoesada, media consultant PT HDI (Harmoni Dinamik Indonesia).

Saat memilih multivitamin sesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Pastikan multivitamin yang dikonsumsi tersertifikasi halal maupun BPOM.

Article source: dream.co.id