Taken from dream.co.id

Published on 08 March 2020

Pola makan sehat disarankan untuk bisa menjaga daya tahan tubuh. Sayangnya, demi menjaga imunitas mengonsumsi makanan sehat saja belum cukup.
Kamu harus memerhatikan proses pengolahan makanannya.

” Diperhatikan cara pengolahannya. Bakar-bakaran yang jelas itu ada radikal bebasnya. Dipanggang, dibakar, kalau berlebihan dan radikal bebasnya tinggi akan memudahkan terjadinya penyakit,” ujar Ivan Hoesada, Medical Consultant PT HDI (Harmoni Dinamik Indonesia) di kawasan Menteng, Jakarta Selatan, Jumat 6 Maret 2020.

Ia juga tidak menyarankan konsumsi daging setengah matang dan makanan yang mengandung MSG. Kedua makanan tersebut mengandung radikal bebas yang tinggi.

” Pokoknya, makanan yang kandungan radikal bebasnya tinggi patut kita hindari,” kata Ivan.

Sebenarnya, dalam tubuh kita pun mengandung radikal bebas. Namun, keseimbangan radikal bebas dengan antioksidanlah yang membuat kita tetap sehat.

” Kalau keseimbangan antioksidan menurun dan radikal bebas meningkat, kita pasti sakit. Mulai dari penyakit ringan sampai berat, tergantung target organnya di mana,” imbuhnya.

Keseimbangan

Keseimbangan antioksidan dan radikal bebas menjadi semakin penting di kondisi rentan penularan virus seperti sekarang ini. Banyak yang menyarankan untuk mengonsumsi antioksidan sebanyak-banyaknya.

Padahal, antioksidan yang terlalu banyak dapat menyebabkan prooksidan dan memperberat penyakit atau menimbulkan masalah baru.

” Makanya walaupun ada klaim food suplemen, tetap harus diukur dosisnya,” jelasnya.

Agar kondisi tubuh tetap seimbang dan sehat, konsumsi buah dan sayur segar. Perbanyak juga makanan hangat buatan sendiri, kurangi makanan kaya MSG serta minum air putih yang cukup.

Article source: dream.co.id