Taken from msn.com

Published on 09 March 2020

Sebelumnya, telah dijelaskan oleh Dr.dr.Soroy Lardo, Sp.PD bahwa virus apapun termasuk virus corona (COVID-19) bisa menyerang jika daya tahan tubuh lemah. Kini, orang pun berbondong-bondong untuk membeli jamu, suplemen, vitamin, dan obat herbal untuk meningkatkan imunitas.

Salah satu suplemen yang laku keras adalah ekstrak bee propolis. Di kesempatan yang sama dr.Ivan Hoesada, M.Biomed, menjelaskan bahwa ia dan rekan-rekan penelitinya di HDI telah meriset manfaat propolis yang berasal dari lebah itu.

Hasilnya nilai Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC) sebesar 21.921. “Ini membuktikan bahwa antioksidan yang luar biasa. Propolis terdiri dari bioflavonoid dan Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) yang tinggi,” kata Ivan acara Media Briefing Kolaborasi HDI dan Kemenkes Lawan COVID-19, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Dari kandungan yang disebutkan ekstrak propolis punya memiliki banyak manfaat untuk tubuh. “Imun booster, meningkatkan daya tahan tubuh. Virus Corona menyerang tubuh yang imunitasnya lemah. Kaya akan antioksidan, dalam mencegah kerusakan sel sel tubuh akibat radikal bebas,” ujar Ivan yang merupakan Kepala Jaringan Medis HDI.

“Kita sudah melihat patogenesis bagaimana virus menyerang DNA dan RNA tubuh, mampu melawan proses oksidasi yang merugikan, menghambat peradangan dan anti inflamasi,” ujarnya.

Studi klinis dilakukan HDI dilakukan di empat rumah sakit. Saat itu bukan pasien virus corona yang diteliti melainkan pasien dengan DBD dan HIV. Hasilnya pun positif, propolis baik untuk meningkatkan imunitas dan kaya antioksidan.

Ivan juga mengungkap tesisnya saat mengambil gelar di bidang biomedik. Saat itu ia meneliti efektivitas propolis pada pria perokok berat dengan kondisi kelainan sperma. “Dalam waktu 28 hari, (propolis) bisa memulihkan kondisi kelainan sperma,” kata Ivan.

Adakah aturan minumnya? Menurut Ivan, karena propolis merupakan suplemen maka bisa dikonsumsi oleh siapa pun baik yang mencegah maupun mengidap sakit akibat virus corona. Namun, Ivan mengingatkan meski kita cemas jangan gegabah.

Bagaimana pun jika mengandung antioksidan dan berlebihan itu tidak baik. “Kalau berlebihan hati-hati nanti malah menjadi prooksidan, malah muncul radikal bebas. Muncul masalah baru,” ujarnya.

Ivan menganjurkan untuk suplemen, lebih baik diminum sekali sehari atau dua kali sehari. Jadi sewajarnya saja ya, Bunda. Bagaimana jika dikonsumsi ibu hamil? Menurut Ivan, jika ibu hamil tak punya riwayat keguguran sebenarnya tak masalah, namun alangkah baiknya untuk konsumsi vitamin kehamilan atau konsultasikan dulu ke dokter kandungan.

Article source: msn.com