Taken from sindonews.com

Published on 09 March 2020

Menanggapi imbauan Pemerintah kepada Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) untuk menjadi mitra pemerintah dalam menangani berbagai isu kesehatan, High Desert International (HDI), Perusahaan social network marketing penyedia produk-produk kesehatan, mendonasikan 200 box Propoelix (suplemen kesehatan berbasis propolis) untuk pemerintah melalui Kemenkes. Propoelix akan diberikan kepada WNI yang tengah dikarantina di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

“Tentunya kami berharap suplemen ini bisa membantu mengembalikan sistem kekebalan dan daya tahan tubuh ODP dan PDP, sehingga mereka mampu melawan virus tersebut dan terhindar dari kematian.” kata CEO dan Chairman HDI, Brandon Chia melalui keterangan resmi yang diterima Sindonews.

COVID-19 hingga kini telah menginfeksi lebih dari 79.000 orang dan menewaskan lebih dari 2.900 orang di seluruh dunia sejak virus tersebut menyebar dari kota Wuhan, Cina sejak Desember 2019. Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran virus ini agar tidak masuk ke Indonesia, salah satunya dengan menjaga ketat 135 pintu masuk ke negara, baik di darat, laut, dan udara, serta menggelar berbagai kegiatan edukasi mengenai wabah ini.

“Di Kementerian kami terus melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kami berharap semua elemen masyarakat dapat memahami bahwa ini adalah pekerjaan kita bersama. Kami senang ada perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap situasi genting yang kita hadapi sekarang. Semoga niat baik ini mampu memberikan secercah sinar harapan bagi kita untuk memberantas COVID-19 dan dampaknya,” kata Staf Khusus Menteri Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K S Ginting SpP FCCP.

Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) kembali menegaskan agar masyarakat tidak panik dan mulai menjalankan upaya-upaya yang sekarang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus COVID-19 ini.

Hal ini bisa dimulai dengan menjaga kebersihan personal dan memperkuat daya tahan tubuh, karena daya tahan tubuh adalah senjata utama mencegah penularan COVID-19.

“Tubuh memiliki sistem pertahanan mandiri, sebagai mekanisme alami untuk melawan masuknya benda asing dari luar, seperti virus, bakteri, jamur. Bila daya tahan tubuh lemah, maka virus, bakteri dan jamur akan mudah masuk,” jelas Terawan.

Article source: sindonews.com