Taken from popmama.com

Published on 10 March 2020

Manfaat madu untuk kesehatan tentu sudah tidak asing lagi. Selain madu, lebah juga menghasilkan getah yang disebut propolis.

Propolis adalah getah yang dihasilkan oleh lebah ketika membuat madu. Propolis terdiri dari campuran berbagai macam getah tumbuhan dan zat alami dari dalam tubuh lebah.

Propolis yang dihasilkan berfungsi untuk mengisi celah dan lubang-lubang pada sarang agar sarang lebah telindungi dari mikroba dan hewan pemangsa.

Propolis diketahui berkhasiat untuk obat herbal dan dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan. Manfaat ini sudah dipercaya sejak jaman dulu pada masyarakat Yunani kuno.

Propolis diketahui dapat menangkal infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Beberapa penelitian menyebutkan propolis memiliki ratusan senyawa kimia, salah satunya ialah polifenol. Polifenol diketahui memiliki peran sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Kandungan senyawa dalam propolis juga memiliki sifat antibakeri, antivirus, antifungal, dan antiinflamasi.

Sebuah studi yang rilis dalam jurnal Advances in Pharmalogical Sciences, menyebutkan propolis terbuat dari 50% resin, 30% lilin lebah, 10% minyak atsiri, 5% serbuk sari, dan 5% lainnya adalah berbagai senyawa organik.

Biasanya propolis memiliki warna beragam seperti kuning, cokelat kemerahan, hingga coklat tua tergantung dari getah tumbuhan yang didapatkan. Selain itu, propolis juga memiliki aroma khas yang wangi.

Sampai saat ini propolis masih menjadi salah satu obat herbal yang banyak digunakan. Berikut ini Popmama.com rangkum manfaat propolis untuk kesehatan.

1. Menyembuhkan luka dan herpes genital

Propolis memiliki senyawa polifenol yaitu flavonoid yang dapat berfungsi sebagai anti jamur. Senyawa ini yang membuat propolis dapat menyembuhkan luka.

Sebuah studi menunjukkan propolis dapat mempercepat pertumbuhan sel baru ketika kulit mengalami luka bakar atau luka melepuh.

Hal ini dapat membuat proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat.

Selain itu, kandungan propolis juga dapat menyembuhkan dan mengurangi gejala dari herpes genital. Bukan hanya menyembuhkan, sebuah studi di  jurnal Phytotherapy Research menunjukkan penggunaan salep dengan bahan dasar propolis dapat menangkal timbulnya virus herpes dalam tubuh.

Hal ini karena propolis memiliki kandungan senyawa pinocembrin yang berfungsi sebagai anti radang dan anti mikroba. Senyawa ini diketahui dapat mempercepat penyembuhan berbagai macam luka.

2. Mencegah perkembangan sel kanker

Menurut salah satu studi dalam jurnal Clinical  Review  in  Allergy  and  Immunity, propolis diketahui dapat menjadi obat herbal anti kanker yang dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Selain itu, propolis juga berfungsi memblokir jalur penyebaran kanker agar tidak semakin meluas.

Dengan kata lain, propolis dapat digunakan sebagai pendamping dari pengobatan kanker agar proses penyembuhan dapat berjalan maksimal.

Penelitian lain menyebutkan, propolis dapat digunakan sebagai tambahan terapi kanker yang tepat untuk penderita kanker payudara karena senyawa anti tumor yang dihasilkan dapat mengatasi kanker payudara dengan signifikan.

Penelitian ini juga akan terus dilakukan untuk memastikan manfaat dari pengobatan herbal dengan propolis.

3. Mengobati penyakit DBD

Menurut penuturan Dr. Soroy Lardo, Sp.PD, dalam pertemuan yang diadakan di High Desert Internasional (HDI) mengenai kerjasama Kemenkes dan HDI untuk mengembalikan daya tahan tubuh para suspect virus corona, propolis dapat mempercepat penyembuhan penyakit DBD.

Penelitian ini dilakukan terhadap 63 orang pasien DBD di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak propolis dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit dan mempercepat penyembuhan.

Obat herbal ini dapat digunakan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan pasien DBD. Propolis dapat meningkatkan trombosit, leukosit, hingga hematokrit dalam tubuh. Namun, belum diketahui apa propolis dapat menyembuhkan gejala dari demam berdarah.

4. Pencegah penularan penyakit akibat virus dan bakteri

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lebah mengumpulkan madu dan propolis yang beragam. Senyawa propolis biasanya mengandung zat pinobanksin 3Oacetate, pinobanksin, ferulic acids, chrysin, prenyl esters of caffeic, pinocembrin, dan lainnya.

Kandungan senyawa kimia inilah yang dapat berfungsi sebagai obat sekaligus suplemen daya tahan tubuh.

Zat antioksidan, anti kanker, anti inflamasi, dan kandungan zat lainnya membuat propolis dapat dapat berguna sebagai penangkal penyakit akibat bakteri, virus, maupun jamur. Propolis juga diketahui dapat mengatasi masalah flu, TBC, hingga infeksi saluran napas.

Hal ini yang membuat HDI bekerja sama dengan Kemenkes untuk memberikan suplemen Propoelix agar meningkatkan daya tahan tubuh para suspect corona yang sedang dikarantina supaya pulih lebih cepat.

5. Perhatikan reaksi alergi tubuh terhadap propolis

Meski propolis memiliki berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan, namun propolis juga bisa memiliki efek samping dan menimbulkan reaksi alergi bagi tubuh.

Jika seseorang memiliki reaksi alergi dengan madu, serbuk sari, beeswax, atau salah satu komposisi dari propolis itu sendiri, sebaiknya hindari pengguna herbal ini karena dapat menyebabkan reaksi alergi berbeda-beda bagi tiap orang.

Salah satu reaksi alergi yang ditimbulkan pada umumnya ialah ruam merah, gatal, serta bengkak. Dalam jangka panjang, alergi baru terlihat ketika muncul iritasi dan bisul mulut yang terjadi akibat penggunaan propolis.

Penggunaan obat herbal ini juga sebaiknya tidak digunakan untuk ibu hamil yang sehat dan orang yang memiliki riwayat asma.

Lebih baik konsultasikan ke dokter jika ingin menggunakan propolis sebagai pengobatan maupun pencegahan penyakit sebelum mulai mengonsumsinya.

Article source: popmama.com