Taken from topbusiness.com

Published on 18 May 2020

Angka penyebaran virus Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat setiap hari. Kondisi ini membuat banyak pihak saling mengulurkan tangan untuk melawan dampaknya. Setelah memulai inisiatif dengan mendukung Kemenkes RI saat menyediakan karantina di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, awal Maret lalu, High Desert International (HDI) meningkatkan dukungannya terhadap upaya melawan Covid-19 dengan membentuk gerakan HDI Peduli Pejuang Medis.

Dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan Majalah TopBusiness akhir pekan kemarin, dijelaskan bahwa itu adalah sebuah kegiatan penghimpunan donasi yang didasari rasa kepedulian dan keinginan untuk meringankan beban para tenaga kesehatan dalam memerangi virus Covid-19.

Bentuk donasi yang disalurkan HDI berupa produk Propoelix 30 caps yang dapat membantu meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh para petugas medis yang sedang bertugas memutus rantai penyebaran corona di berbagai rumah sakit rujukan pemerintah untuk Covid-19.

Pada periode yang berlangsung dari 17 April hingga 10 Mei 2020, HDI mendonasikan 6.175 boks Propoelix ke berbagai rumah sakit rujukan pemerintah untuk Covid-19.

Itu diantaranya, RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat, RSUD Palangka Raya, RSUD Depati Hamzah Pangkal Pinang, RSU Adhyaksa Jakarta Timur, RS Prima Husada Malang, RSUD dr. H. Abdul Moeloek Lampung, RSUP dr. Kariadi Semarang, RSUD Cilacap, RSUD Ciawi (Jawa Barat), dan rumah sakit rujukan pemerintah lainnya untuk Covid-19 di Indonesia. Donasi ini diterima langsung oleh para direktur dan pimpinan rumah sakit terkait.

CEO dan Chairman HDI, Brandon Chia, menyatakan bahwa kegiatan ini utamanya memang menyasar para tenaga medis yang telah bekerja di lini depan. “HDI Peduli Pejuang Medis dibentuk dengan tujuan untuk menyampaikan terima kasih yang tulus kepada semua pekerja rumah sakit dan responden pertama yang berada di garis depan untuk memerangi krisis ini. Kami merasa terhormat untuk menunjukkan penghargaan kami atas kerja keras dan kepahlawanan mereka untuk menjaga agar kita tetap aman, dan memerangi virus ini bersama-sama,” tutur Brandon Chia.

Propoelix merupakan suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena berfungsi sebagai imunomodulator, menurunkan tekanan darah, antimikroba, dan memiliki antioksidan yang tinggi. Selain itu, Propoelix merupakan hasil ekstraksi dari propolis, bahan alami yang berasal dari lebah madu.

HDI telah melakukan uji klinis terhadap Propoelix sebanyak empat kali yaitu, dua kali di RSUP Persahabatan dan RSPAD Gatot Soebroto terhadap pasien DBD yang terbukti dapat meningkatkan kadar trombosit, memerpendek masa inap pasien, dan menurunkan kadar TNF (inflammatory marker).

Uji klinis lainnya di RSUD Sungailiat dan RSUD Dr. Soetomo sebagai terapi tambahan penderita HIV/AIDS yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan mengalami peningkatan nilai CD4 selama 1-3 bulan konsumsi.

Selain uji klinis yang dilakukan oleh tim dokter RSPAD Gatot Soebroto, tim riset HDI juga meneliti manfaat propolis yang berasal dari lebah itu. Chief Medical Consultant HDI dr. Ivan Hoesada, M. BioMed menjelaskan lebih jauh mengenai manfaat Propoelix.

“Hasilnya nilai Oxygen Radical Absorbance Capacity (ORAC) sebesar 21.921. Ini membuktikan bahwa Propoelix memiliki antioksidan yang luar biasa, dan bermanfaat sebagai immunity booster, meningkatkan daya tahan tubuh. Virus Corona kan menyerang tubuh yang imunitasnya lemah. Kita sudah melihat patogenesis bagaimana virus menyerang DNA dan RNA tubuh, Propoelix mampu melawan proses oksidasi yang merugikan, menghambat peradangan dan antiinflamasi,” papar dr. Ivan.

Article source: topbusiness.com